Prosedur Beli Tanah Dijual dan Balik Nama Sertifikat yang Benar

admin

Tanah adalah salah satu investasi yang paling menguntungkan. Harga jual tanah makin lama makin naik seiring dengan kebutuhan akan tanah dan rumah meningkat. Namun, Anda harus mengikuti prosedur membeli tanah dijual yang benar agar bisa diinvestasikan lagi. Anda juga diwajibkan untuk melakukan balik nama sertifikat agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Tanah Dijual

Dengan membeli tanah yang dijual di penjual yang melakukan balik nama sertifikat yang baik, Anda bisa menjualnya kembali dengan lebih mudah. Namun ingat, Anda harus melakukan prosedur yang benar untuk mendapatkan tanah yang Anda inginkan. Bagaimana sebenarnya prosedurnya? Simak baik-baik ya.

  1. Periksa Sebelum Membeli

Sebelum Anda membeli tanah yang hendak Anda jual lagi, ada baiknya Anda memeriksa tanahnya terlebih dulu. Sebaiknya, datangilah objek tanah yang akan Anda beli dan lakukanlan survei. Ini perlu dilakukan untuk mengetahui berapa harga jual yang pas untuk tanah tersebut dengan melalui survei terlebih dulu.

Selain itu, Anda juga harus memeriksa sertifikat atas tanah tersebut. Bila tanah yang ingin Anda beli tidak memiliki sertifikat, itu artinya tanah tersebut adalah tanah milik pemerintah ataupun statusnya memang tidak jelas. Tanah yang tidak memiliki sertifikat ini bisa sewaktu-waktu digusur.

Tidak habis sampai di sini saja pengamatan dan penilaian Anda tentang tanah yang akan dibeli. Anda juga harus memeriksa juga apakah sertifikat tanah tersebiut tidak bermasalah. Misalnya tidak sedang dijaminkan ke pihak bank ataupun dalam persengketaan.

Untuk memastikannya, Anda bisa memeriksakannya ke Pengadilan Negeri di kota tanah tersebut berada. Anda juga harus aktif melakukan pemeriksaan lanjutan seperti memeriksa masalah pajak dan lainnya. Jika tidak punya waktu yang cukup untuk melakukannya sendiri, Anda bisa meminta bantuan orang-orang terdekat terutama yang paham mengenai hal ini.

  1. Pengajuan Akta Jual Beli

Setelah Anda melakukan pemeriksaan akan tanah dijual yang hendak Anda beli, selanjutnya Anda harus melakukan pengajuan Akta Jual Beli. Anda bisa membuat surat ini di Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT setempat. PPAT ini adalah pejabat umum yang telah mendapat persetujuan dan ditunjuk oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Pejabat yang ditunjuk untuk ini biasanya adalah camat setempat dan didampingi dengan notaris yang sudah terbukti keabsahannya. Akta Jual Beli inilah yang digunakan sebagai bukti sermi bagi Kantor Pertanahan untuk membuat balik nama atas sertifikat tanah tersebut. Ada banyak persyaratan yang harus Anda penuhi untuk menerbitkan Akta Jual Beli ini.

Persyaratan tersebut seperti sertifikat tanah yang asli. Kemudian ada KTP penjual. Bila penjual sudah memiliki pasangan, maka KTP dari pasangannya juga harus dimasukkan. Lalu, sertakan pula surat persetujuan suami istri. Ini dimaksudkan agar tidak ada persengketaan nantinya. Lalu, ada juga bukti pembayaran pajak bumi serta kartu kelauraga.

  1. Proses pembuatan AJB di Kantor PPAT

Lalu, masuk ke proses pembuatan Akta Jual Beli yang dilaksanakan di Kantor PPAT. Mereka akan melakukan pemeriksaan yang detail sebelum menerbitkan AJB untuk proses balik nama ini. Tahap pertama dilakukan persiapan pengecekan keaslian sertifikat tanag. Biasanya, pejabat juga meminta surat keterangan bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa.

Lalu, Anda perlu membayar pajak penghasilan sebesar 5% dari nilai jual tanah tersebut. Anda juga harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang besarannya sama dengan pajak penghasilan. Selanjutnya, dalam proses penerbitan AJB tanah dijual ini, akan dihadiri oleh pihak penjual dan pembeli.

Selain itu, agar sah penerbitan AJB juga harus disaksikan minmal dua saksi dari perangkat pemerintahan sekitar. Setelah itu, pejabat pembuatan akan menjelaskan isi dan maksud dari pembuatan akta ini, termasuk masalah dana-dana yang ada. Bila tercapai kesepakatan, maka barulah AJB ini diterbitkan.

  1. Proses Balik Nama

Tahap terakhir, proses balik nama. Proses yang masih asing bagi orang yang belum punya pengalaman membeli tanah. Untuk proses ini, Anda harus menyediakan berkas-berkas berikut. Pertama, surat permohonan balik nama yang sudah ditandatangi pembeli. Lalu, sertakan juga AJB dan sertifikat hak atas tanah asli. Anda dan pihak penjual juga wajib menyertakan kartu tanda penduduk atau KTP yang sudah dilegalisir.

Sertakan pula bukti lunas pembayaran pajak bumi dan bangunan satu tahun terakhir. Lalu, tambahkan juga bukti lunas membayar bea perolehan hak atas tanah tersebut. Setelah itu, semua menjadi tugas pejabat Kantor Pertanahan. Mereka akan mencoret nama pemilik tanah lama dan menulis nama pemilik baru di bagian kolom buku tanah disertai dengan paraf.

Itulah tata cara membeli tanah dijual disertai dengan balik nama sertifikat yang benar. Memang, semuanya terlihat ribet dan tidak efisien. Tapi, Anda wajib melakukannya bila melakukan jual beli tanah. Tujuannya tentu saja untuk menghindari berbagai masalah yang bisa saja terjadi di kemudian hari.

Tags:

Leave a Reply